Tezutsu Hanabi, Tradisi Kembang Api Ekstrim di Jepang

0 komentar
Tezutsu Hanabi

Moshi-moshi minasan, kembang api merupakan pertunjukan yang ditunggu-tunggu saat ada perayaan tahun baru atau pesta daerah dari kalangan anak kecil sampai orang tua. Akan tetapi biasanya kembang api saat dinyalakan berbentuk tongkat yang ditancapkan di tanah kemudian menimbulkan letusan yang sangat indah seperti kincir angin atau bisa disebut bunga api. Namun sangatlah berbeda bila Anda berkunjung di Negara Jepang ini karena disana terdapat salah satu tradisi kembang api ekstrim. Kok bisa disebut ekstrim ? karena saat menyalakan kembang api tersebut beda dengan yang biasanya Anda lihat. Dan langsung saja berikut informasinya.


Tradisi kembang api di Jepang ini memang memiliki keunikan. Hal tersebut dilihat dari cara kembang api tersebut dinyalakan. Kembang api ini berupa batang bambu dengan diamameter 10 hingga 20cm yang diisi dengan bubuk mesiu yang dasarnya ditutup dengan tanah liat dan kertas.

Tezutsu Hanabi

Pembuat kembang api melakukannya dengan hati-hati karena 3 kg mesiu adalah jumlah yang banyak dan berbahaya jika meledak duluan. Sang pembuat itu sendiri juga yang menyalakannya dengan cara memegang bambu dengan lengannya sambil berdiri.
 
Tezutsu Hanabi

 Sedangkan, untuk keamanan digunakan pelapis tatami dan batang padi sebagai tali yang melingkari bambu sepanjang 80 cm itu. Meski sudah diajari secara turun temurun teknik memegang yang aman tapi para peserta tetap menggunakan pelindung badan. Namun mereka tidak mengenakan pelindung kepala untuk melindungi dari hujan kembang api di atas tubuh mereka.

Tezutsu Hanabi

Sementara itu, penggunaan batang bambu berasal dari jaman perang yang digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Dengan masuknya senapan, alat tersebut kini digunakan sebagai kembali api di perayaan kuil Yoshida di Toyohashi. Kembang api itu merupakan bagian dari Festival Gion yang paling menarik banyak perhatian wisatawan.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...