Sikap yang Dianggap Wajar di Jepang

0 komentar
Sikap yang Dianggap Wajar di Jepang

Moshi-moshi minasan, etika sangatlah dibutuhkan kepada kita sebagai manusia karena manusia sebagai makhluk sosial. Dimanapun kita tinggal kita selalu menjunjung tinggi etika dan sopan santun di lingkungan tersebut agar tidak dipandang orang lain jelek. Namun di Negara Jepang sangatlah unik karena berbagai sikap dan etika dari negara tersebut sangatlah berbeda dari negara Indonesia. Dan mungkin sikap ketika di Indonesia dianggap salah namun di Jepang dianggap lumrah. Menarik bukan untuk di simak, dan langsung saja berikut Sikap yang Dianggap Lumrah di Jepang

  • Berteriak di Restoran
Berteriak di Restoran

Ketika kamu ingin memanggil pelayan restoran, kamu bisa berteriak "sumimasen!" (excuse me!). Ini merupakan hal yang dianggap lumrah, dan si pelayan akan dengan sigap menghampiri Anda.

  • Saling dorong di Kereta

Saling dorong di Kereta

Terlalu padatnya kereta ataupun stasiun Tokyo memang tidak bisa dimaklumi lagi. Untuk bisa masuk dan keluar kereta, mau tak mau para penumpang pun berdesak-desakan dan saling mendorong. Hal ini sudah biasa dilakukan, dan tidak ada yg marah kalau tersikut karena para penumpang juga selalu on time dalam kesibukannya

  • Tidak Memberi Tip
Tidak Memberi Tip

Di Jepang, memberikan tip kepada pelayan atau pemberi service lainnya dianggap tidak sopan, karena diartikan sebagai merendahkan harga diri si penerima tip.

  • Tidak Membukakan Pintu
Tidak Membukakan Pintu

Membukakan pintu yang dimaksud adalah membukakan pintu untuk perempuan. Mungkin dalam beberapa budaya mengenal tradisi "ladies first", misalnya seorang pria membukakan pintu untuk mempersilakan wanita masuk ruangan terlebih dahulu. Di Jepang tidak ada tradisi seperti itu. Ini bukan berarti bahwa laki-laki Jepang tidak gentleman. Mereka hanya menganggap bahwa membukakan pintu untuk wanita tidak ada hubungannya dengan kejantanan seorang pria.

  •  Memperhalus Bahasa
Memperhalus Bahasa

Orang Jepang tidak biasa untuk menyatakan sesuatu secara langsung pada intinya atau "to the point". Mereka lebih suka untuk basa-basi dulu dengan maksud untuk memperhalus ungkapan mereka kepada lawan bicara.

Untuk mengungkapkan suatu hal yang menyinggung lawan bicara, mereka juga melakukan hal yang sama, bahkan sampai ditutup-tutupi. Misalnya, orang Jepang akan bilang bahwa bahasa Jepang Anda baik, walaupun sebenarnya bahasa Jepang kamu sangat buruk.

Masyarakat non Jepang yang terbiasa to the point dalam bicara mungkin malah akan merasa sebal dan sedikit terhina jika mengetahui hal ini, karena dianggap seperti ironi. Ya, tapi memang inilah perbedaan budaya yang sedikit mencolok. Menyinggung sesuatu secara to the point malah dianggap tidak sopan di Jepang.

Mungkin memang sebaiknya begitu untuk beberapa hal, tapi tidak dalam semua hal. Namun dalam budaya barat, berbicara terlalu banyak basa-basi dan tidak to the point malah dianggap tidak sopan. Ini tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa orang Jepang tidak pernah menyatakan apa yang mereka pikirkan secara jujur. Tapi pada kenyataannya, mereka benar-benar melakukan itu

  • Mengambil Sushi Langsung dengan Tangan
Mengambil Sushi Langsung dengan Tangan

Ternyata ini dianggap lumrah untuk memakan sushi jenis apapun. Hanya saja hal ini lebih lumrah dilakukan oleh laki-laki daripada perempuan.

  • Menyeruput Makanan / Minuman
Menyeruput Makanan / Minuman

Ketika kamu memakan mie yang panas atau dingin (semisal ramen, soba dan udon), menyeruputnya sekencang mungkin dianggap sah-sah saja. Beberapa orang yang non-Jepang merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan budaya ini

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...